Apakah olahraga harus berkeringat?

Berkeringat (sumber: reps-id.com)

DIREKTORIJATENG.COM – Apakah benar kalau berolahraga harus berkeringat? Apakah kalau belum berkeringat berati belum berolahraga? Atau apakah semakin kamu berkeringat, semakin menunjukan keberhasilan olaragamu? TIDAK, ternyata berolahraga tidak selalu menghasilkan keringat.

Berkeringat adalah respon tubuh terhadap kenaikan suhu untuk segera diturunkan. Ketika suhu tubuhmu naik pada batas tertentu karena berolahraga atau aktivitas fisik lainnya, kelenjar ekrin yang langsung terhubung ke permukaan kulit akan menyekresikan keringat. Berkeringat adalah penguapan air dari kulit yang membantu menurunkan suhu tubuh agar kinerjanya tidak terganggu.  

Kadar keringatmu selama berolahraga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis kelamin (laki-laki lebih mudah berkeringat dari pada perempuan), umur (anak muda lebih mudah berkeringat dari pada orang tua), genetik, suhu, dan kelembapan. Orang yang sehat akan cenderung lebih mudah berkeringat selama berolahraga dibanding orang sakit. Begitu pula dengan orang yang sering berolahraga, ia akan lebih mudah berkeringat dibanding orang yang jarang berolahraga.

Berdasarkan hasil penelitian, semakin membaik level olaragamu, maka sistem regulasi panas tubuhmu akan semakin efisien, pendinginan tubuhmu akan lebih cepat dan memungkinkanmu untuk bekerja lebih keras lagi. Maksudnya, orang tersebut akan lebih cepat berkeringat, namun juga lebih cepat menguap keringatnya.

Jadi patokan masyarakat tentang keberhasilan olahraga dengan jumlah keringat yang dihasilkan, tidaklah tepat. Apalagi dengan anggapan yang menyatakan bahwa berkeringat adalah tanda penurunan berat badan atau terbakarnya lemak.

Berkeringat berati kehilangan kadar air, bukan kehilangan lemak dalam tubuh. Ketika kamu kehilangan air, berat badanmu memang akan turun secara temporal. Kemudian setelah kamu minum air karena kehausan, berat badanmu akan kembali normal.

Di sisi lain, anggapan bahwa sedikit berkeringat setelah berolahraga bukan menunjukan bahwa kamu tidak benar-benar berolahraga atau membakar kalori. Hal itu bisa berati bahwa penguapan keringatmu (pendinginan tubuhmu) terjadi secara cepat karena kamu berolahraga di ruang ber-AC, dekat dengan kipas angin, atau di ruang terbuka dengan angin yang sejuk.

Jadi kombinasi berolahraga dan diet yang benar adalah cara yang paling tepat untuk menurunkan berat badan. Semoga bermanfaat.

Sumber:

Araki T. dkk. 1981. Effect of Physical Training on Exercise-Induced Sweating in Woman. USA: Journal of American Physiological Society. https://journals.physiology.org/doi/abs/10.1152/jappl.1981.51.6.1526

Armstrong LE., Maresh CM. 1998. Effects of Training, Environment, and Host Factors on The Sweating Response to Exercise. USA: NCBI https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9694410/

Davis JR. 2018. Does more sweating mean a more intense workout? Artikel daring: CNN. https://edition.cnn.com/2017/06/13/health/sweating-workout-fitness-exercise-davis/index.html

Kelly D. Does more sweat = a better workout? Artikel online: Jumpstart by WebMD https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/does-more-sweat-equal-a-better-workout#1

https://www.domyos.co.uk/advice/what-sports-will-help-work-sweat-a_161542



Belum ada Komentar untuk "Apakah olahraga harus berkeringat?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel