Cara Memberi Pertolongan Pertama pada Mimisan


Epistaksis atau mimisan (doc. depositphotos.com)

DIREKTORIJATENG.COM - Epistaksis atau mimisan adalah perdarahan pada hidung bagian dalam yang disebabkan karena pecahnya pembuluh darah pada bagian depan (anterior) atau belakang (posterior). Mimisan yang sering kita jumpai adalah mimisan karena perdarahan anterior.

Mimisan bukanlah suatu diagnosis penyakit, namun bisa menjadi gejala kelainan tertentu. Meskipun begitu, mimisan sering dijumpai di masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran.

Ada dua faktor utama penyebab mimisan. Pertama, faktor trauma lokal yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah di dalam hidung, seperti benturan yang terlalu keras, mengorek hidung yang terlalu keras, membuang ingus terlalu keras, dan segala aktivitas yang dapat melukai hidung secara fisik. Faktor pertama ini sering kali menyebabkan perdarahan anterior.

Kedua, faktor sistemik atau faktor yang berkaitan dengan sistem di dalam tubuh, seperti kelainan pembekuan darah, hipertensi, keseimbangan hormon, dan penyakit pembuluh darah lainnya. Faktor kedua ini sering kali menyebabkan perdarahan posterior.

Berikut ini adalah cara memberi pertologan pertama pada mimisan karena perdarahan anterior.

  1. Jangan panik supaya tidak terjadi perdarahan berlebihan.
  2. Duduk tegak dan condongkan tubuh ke arah depan. Pastikan kepala agak menundunk, dan jangan bersandar, mengdongak, ataupun berbaring karena bisa mengalirkan darah ke bagian belakang rongga hidung dan masuk ke kerongkongan sehingga bisa menyebabkan muntah. 
  3. Tekan cuping hidung menggunakan jari telunjuk dan ibu jari. Cuping hidung adalah bagian hidung yang lunak. Dengan memencet cuping hidung, pembuluh darah akan tertekan sehingga perdarahan terhambat dan pembekuan darah terjadi secara lebih cepat. 

    Memposisikan tubuh yang benar saat mimisan (doc. sahabatginjal.com)
  4. Kompres pangkal hidung (bagian dekat mata) menggunakan es atau air dingin yang dibalut dengan kain atau handuk selama sepuluh menit untuk menyempitkan pembuluh darah (vasodilasi) sehingga perdarahan bisa terhenti.
  5. Hentikan kompres setelah sepuluh menit, dan perhatikan apakah masih terjadi perdarahan atau tidak. Jika belum, ulangi poin satu sampai tiga selama sepuluh menit. Yang perlu diperhatikan jangan sampai mengopres pangkal hidung lebih dari 20 menit.

Apabila mimisan tidak berhenti setelah memberi pertolongan pertama selama 20 menit, disebabkan karena kecelakaan, mulai muncul gangguan pernafasan, serta mimisan yang terjadi pada anak di bawah usia dua tahun segera bawalah ke dokter.

Daun sirih

Apakah boleh meredakan mimisan menggunakan daun sirih? Boleh. Daun sirih mengandung tanin yang dapat mempercepat respon tubuh untuk menutup luka, sehingga perdarahan dapat terhenti dengan lebih cepat.

Daun sirih bisa menjadi anti-bakteri, anti-peradangan, serta mengurangi rasa sakit yang dirasakan pada penderita mimisan. Berikut ini adalah cara menggunakan daun sirih untuk menghentikan mimisan.

  1. Ambil dan cuci daun sirih segar. Pastikan daun benar-benar bersih untuk mencegah iritasi karena kuman.
  2. Gulung dauh sirih agar tidak melukai dinding hidung dan memperbesar robekan pembuluh darah.
  3. Masukan gulungan daun sirih ke dalam hidung dengan menekan secara perlahan. Jangan terlalu keras karena dapat memperburuk kondisi hidung.
  4. Jika perdarahan terhenti, segera hubungi dokter.

Sebenarnya menghentikan mimisan dengan memasukan daun sirih, tisu, ataupun kasa saja tidak akan membantu, karena tekanan untuk menyumbat pembuluh darah kurang (hanya menutup lubang hidung, sedangkan darah masih terus mengalir keluar), untuk itu selain menggunakan alat penyumbat, pemberian pertolongan pertama pada mimisan seperti prosedur di atas perlu dilakukan.

Sumber:

www.ncbi.nlm.nih.gov dan utas @afrkml


Belum ada Komentar untuk "Cara Memberi Pertolongan Pertama pada Mimisan "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel