Apakah handsanitizer efektif membunuh mikroba?

Dari kiri / Perbandingan roti yang disentuhkan komputer, tidak tersentuh, tersentuh tangan kotor, tersentuh tangan yang dicuci dengan sabun, tersentuh tangan yang diberi handsanitizer / Doc. Jaralee Annice Metcalf)

DIREKTORIJATENG.COM – Maraknya virus Corona telah sampai di Jawa Tengah. Hal tersebut cukup membuat warga lebih berhati-hati soal menjaga kebersihan, seperti lebih sering mengunakan handsanitizer. Lalu apakah benar dengan menggunakan handsanitizer saja bisa menjamin tangan kita terbebas dari mikroba?

Jaralee Anniece Metcalf, guru sekolah dasar di Amerika, membuat proyek sains mini yang mampu menjelaskan perlunya mencuci tangan dengan sabun bersama siswa-siswanya. 

Jaralee mengajak siswanya untuk membandingkan beberapa lembar roti yang disentuhkan dengan kondisi yang bermacam-macam. Seperti disentuhkan dengan telapak tangan yang belum dicuci, diberi handsanitizer, disentuhkan komputer serta disentuhkan tangan yang dicuci menggunakan sabun.

Hasilnya cukup mengejutkan. Semua roti ditumbuhi oleh mikroba, kecuali roti yang disentuhkan dengan telapak tangan yang dicuci dengan sabun. Roti yang disentuhkan dengan tangan ber-handsanitizerpun ternyata juga masih ditumbuhi mikroba.

Penjelasan sederhana
Bahan utama handsanitizer adalah alkohol. Dalam kasus COVID-19, WHO menyarankan penggunaan handsanitizer dengan konsentrasi 60%. Meskipun begitu, ternyata tidak semua jenis mikroba bisa terbunuh begitu saja setelah diberi handsanitizer.

Prinsip alkohol membunuh mikroba melalui dua cara: denaturasi atau penguraian protein dan pelarutan lemak pada membran sel. Ada beberap jenis mikroba yang baru mati setelah diberi perlalakuan menggosok tangan selama 4 menit degan handsanitizer. Itupun belum tentu benar, karena penelitian tersebut masih perlu dikonfirmasi ulang.

Sederhananya, pernahkah kalian mendapati iklan sabun cuci piring yang mampu mebersihakan lemak membandel secara efektif? Nah, karena salah satu penyusun membran sel mikroba terbuat dari lemak (fosfolipidbilayer),  membran ini akan lebih cepat rusak setelah terkena sabun. Jika membran sel rusak, maka mikroba tersebut akan mati.

Namun ketika teman-teman kesulitan menemukan air bersih dan sabun, handsanitizer tetap bisa menjadi alternatif. Tapi perlu diingat, handsanitizer tidak bisa menggantikan efektifitas mencuci tangan konvensional. Jadi sebisa mungkin tetaplah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir ketimbang menggunakan handsanitizer saja.

Sumber: artikel ringan Jaralee Annice Metcalf

0 Response to "Apakah handsanitizer efektif membunuh mikroba? "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel