Teliti inovasi madrasah, Aji Sofanudin raih doktor Unnes

DIREKTORIJATENG.COM- Peneliti muda Balai Penelitian dan Pengembangan  (Balitbang) Agama Semarang, bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan , Aji Sofanudin baru-baru ini mengikuti ujian doktor Universitas Negeri Semarang (Unnes). Ujian berlangsung di ruang G101 kampus Pascasarjana (PPs) Unnes, Bendan Ngisor, Semarang.
Aji Sofanudin foto bersama penguji usai melaksanakan ujian terbuka di Unnes.
Aji resmi meyandang gelar doktor Manajemen Kependidikan (MK) setelah mempertahankan disertasinya di hadapan penguji: Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum (Ketua), Prof. Dr. Achmad Slamet, M.Si (Sekretaris), dengan para anggota sebagai berikut (1) Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum (Promotor), (2) Prof. Dr. Wasino, M.Hum (Lo-Promotor), (3) Prof. Dr. Rusdarti, M.Si (Anggota Promotor), (4) Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag (Penguji Eksternal), (5) Prof. Dr. Haryono, M.Psi (Penguji), (6) Prof. Dr. rer nat Wahyu Hardyanto (Penguji), dan (7) Dr. Titi Prihatin, M.Pd (Penguji) pada Kamis (15/12/2016).

Disertasi berjudul “Model Inovasi Pendidikan Berorientasi Mutu pada Madrasah Ibtidaiyah (Studi pada Madrasah Partnership, Madrasah Berbasis Pesantren, dan Madrasah Model)”

Menurut Aji, penelitian tersebut terinspirasi oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saefudin yang menginginkan madrasah tampil beda. "Saya ingin ada inovasi, persepsi tentang madrasah yang kumuh, ndeso, dan stigma buruk lain yang harus diubah. Pendeknya, madrasah harus melakukan inovasi,” kata Aji.

Bagi Aji, inovasi merupakan sesuatu yang penting dalam semua aspek kehidupan. Sebagai contoh, di dunia bisnis ada Suzuki yang mengusung tagline Inovasi Tiada Henti. Di pemerintahan juga ada Komite Inovasi Nasional (KIN). Begitu juga di Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI) ada Pusat Inovasi.

Kementerian Agama RI bahkan mencanangkan 5 nilai budaya kerja. Satu diantaranya inovasi. Tak hanya itu, Unnes juga  mencanangkan 8 karakter konservasi salah satunya Inovatif.

Dalam ujian terbuka ini, Aji memeroleh nilai 4,0. Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman MHum yang juga Ketua Sidang memberikan pujian. Menurutnya, capaian doktoral Aji Sofanudin sangat menginspirasi bagi mahasiswa lainnya. Prof Fathur mengatakan, dari semua nilai kuliah dipadukan nilai ujian tertutup dan terbuka, hasilnya sangat memuaskan.

Masa studi Aji di program S3 Unnes adalah 3 tahun 4 bulan. Nilai mata kuliahnya A semua. Nilai ujian disertasi tertutup A, dan nilai ujian terbuka juga nilai A.

“Saudara Aji Sofanudin dinyatakan lulus sebagai doktor pendidikan. Jadi gelarnya sudah ditambah Dr Aji Sofanudin SPdI MSI. Aji Sofanudin tercatat sebagai doktor yang ke 238 sebagai lulusan Unnes. Dan doktor ke 160 dari prodi Manajemen Kependidikan Unnes,” ujar Prof Fathur. (AS)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel