Tak hanya batik, ini 7 fakta menarik lainnya tentang Kota Pekalongan

DIREKTORIJATENG.COM- Kota Pekalongan berada di daerah Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa. Merupakan daerah yang relatif kecil di Jawa Tengah (Jateng). Luas wilayahnya adalah 45,25 km persegi.

Kota Pekalongan dikenal oleh masyarakat luas sebagai kota batik. Banyak industri kerajinan batik yang berkembang pesat di Pekalongan. UNESCO bahkan menganugerahi kota ini dengan julukan Kota Kreatif Dunia untuk kategori crafts and folk arts.
Tak hanya batik, ini 7 fakta menarik lainnya tentang Kota Pekalongan
Festival kostum karnaval batik Kota Pekalongan. (dok pekalongankota.go.id)

Namun, Pekalongan ternyata juga memiliki sejumlah fakta menarik lainnya yang perlu diketahui. Direktorijateng.com berhasil merangkum 7 fakta menarik tentang Kota Pekalongan yang terjadi pada tahun 2016. Fakta-fakta ini dirangkum dari data statistik Kota Pekalongan 2016. Berikut selengkapnya.

1. Pemkot Pekalongan memeroleh rekor dunia untuk pemakaian free open source software (foss) dalam aplikasi e-Government


Sejak 2008, Kota Pekalongan menginisiasi program e-government. Yaitu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menunjang kinerja birokrasi dan pelayanan publik. Cara ini menjadi solusi terkait persoalan yang dihadapi Pemkot Pekalongan dalam hal pelayanan dan pembangunan.

Upaya ini rupanya membuahkan hasil. Kota Pekalongan kini bisa menghadirkan layanan publik yang lebih baik. Setidaknya, ada 20 penghargaan tingkat lokal maupun internasional yang disabet berkat kesuksesan menerapkan e-government.

Pada 2011 Pemkot Pekalongan melakukan migrasi ke software yang legal berbasis free-open source software (FOSS). Sebanyak 3.000 unit komputer di SKPD, kelurahan, sekolah, sistem informasi dan anajemen keuangan daerah dan rumah sakit semuanya terintegrasi.

Pemkot membuat kesepakatan bersama penggunaan jaringan IT untuk publikasi kegiatan SKPD melalui website, komunikasi menggunakan email SKPD, email personal dinas dan pengembangan dan pemanfaatan layanan keuangan daerah.

Dengan penerapan e-government, Pemkot Pekalongan bisa melakukan efisiensi anggaran. Pada 2015 APBD yang digulirkan mengalami surplus sebesar Rp 17,190 miliar. Lebih sedikit jika dibandingkan tahun 2014 yang surplus Rp 25,325 miliar.  Itu semua karena belanja dan pembiayaan yang lebih efisien.


2. Penduduk yang bersekolah lebih banyak perempuan daripada laki-laki


Angka partisipasi murni (APM) di Kota Pekalongan pada 2015 sesuai jenis kelamin menunjukkan bahwa APM laki-laki secara lebih sedikit daripada perempuan.

APM tingkat SD untuk laki-laki 97,664 dan sedangkan perempuan 91,43. APM tingkat SMP untuk laki-laki 71,90 dan perempuan 87,49. APM tingkat SMA untuk laki-laki 46,32 dan perempuan 45,44.

3. Satu orang dokter di Pekalongan harus melayani 1,008 orang


Rasio antara jumlah dokter dan penduduk di Kota Pekalongan pada 2015 adalah 1:1.008. Ini artinya setiap dokter harus melayani 1.008 orang.

Untuk diketahui, jumlah penduduk di Kota Pekalongan tahun 2015 sebanyak 296.533 jiwa. Dengan demikian bisa dihitung bahwa jumlah dokter di Kota Pekalongan sekitar 296 orang.


4.  Jumlah wisatawan asing meningkat


Terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Pekalongan. Pada tahun 2014, wisatawan asing yang datang sejumlah 232. Sementara pada tahun 2015 sejumlah 265.

Jumlah wisatawan domestik justru mengalami penurunan. Pada tahun 2014 sejumlah 237.171. Sedangkan pada 2015 sejumlah 189.696.

Untuk diketahui, Kota Pekalongan memiliki empat tujuan wisata utama yaitu Pantai Pasir Kencana, Pantai Slamaran Indah, Museum Batik dan Kolam Renang Tirta Sari.


5. 15,62 persen jalan dalam kondisi rusak dan rusak berat


Panjang jalan di Kota Pekalongan pada 2015 adalah 146,28 km. Sesuai statusnya, 10,73 km adalah jalan negara, 4,22 km jalan provinsi dan 131,33 km jalan kota.

Dari total panjang jalan itu, 92,47 persn sudah diaspal dan 7,53 persen belum diaspal. Adapun kondisi terkini, 15,62 persen jalan di Kota Pekalongan dalam kondisi rusak dan rusak berat.


6. Penduduk miskin Kota Pekalongan 23.622 orang


Penduduk miskin di Kota Pekalongan pada taun 2014 mencapi 8,02 persen atau 23.622 orang. Penduduk miskin adalah penduduk dengan pengeluaran per kapita perbulan di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan pada 2014 adalah Rp 338.348.

7. Industri jasa mendominasi lapangan usaha 


Sektor jasa menjadi pilihan warga Kota Pekalongan dalam mata pencaharian. Tahun 2015, pekerja di sektor jasa sebanyak 52,17 persen. Disusul manufaktur 44,92 persen dan sektor pertanian 2,91 persen. (AS)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel