Brebes gerakkan kader PKK sukseskan program SMSbunda untuk menekan angka kematian ibu dan bayi

DIREKTORI JATENG, BREBES – Dalam rangka menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), Brebes akan mengoptimalkan pemanfaatan Program SMSbunda. Komitmen itu disampaikan Bupati Brebes Idza Priyanti, SE saat acara purna Program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) dan optimalisasi SMSbunda di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (23/6).

“Kami akan mengajak kader PKK untuk menyosialisasikan program SMSbunda hinga ke desa-desa. Kader PKK akan mengajak ibu hamil dan suaminya untuk mengikuti program SMSbunda,” kata Idza.

Menurut Idza, pihaknya akan mereplikasi apa yang sudah dilakukan oleh daerah lain seperti Kabupaten Grobogan yang sukses mengajak 17 ribu lebih ibu hamil mengakses SMSbunda. Di Grobogan, kesuksesan SMSbunda berkat sosialisasinya melibatkan tim penggerak PKK.
Bupati Brebes Idza Priyanti saat acara Seminar Purna Program EMAS dan Optimalisasi SMSbunda di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (23/6).
SMSbunda adalah program yang digagas oleh Kementerian Kesehatan bersama Jhpiego dan GE Foundation. Melalui program ini, ibu hamil mendapatkan informasi dan tips kehamilan gratis melalui SMS, sejak kehamilan hingga bayi usia 2 tahun. SMS gratis tersebut diperoleh setelah melakukan registrasi dengan cara ketik REG <spasi> Perkiraan Tanggal Bersalin <spasi> Kabupaten/ Kota kirim ke 08118469468. Contoh REG 05/12/2016 Brebes.

Brebes merupakan daerah dengan kasus kematian ibu tertinggi di Jawa Tengah. Tahun ini hingga Juni 2016 tercatat sebanyak 35 kasus kematian ibu.  
Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo menyatakan, AKI dan AKB merupakan masalah bersama. Menurutnya, program SMSbunda merupakan sebuah terobosan upaya penyelamatan ibu dan bayi di bagian hulu. Sebab informasi kesehatan ibu hamil dan kegawatdaruratan persalinan langsung diterima di handphone.  

“PKK minta bantuan masyarakat untuk keroyokan bersama menekan AKI dan AKB. AKI/ AKB bukan tugas Dinas Kesehatan, tapi perlu kepedulian bersama. PKK sudah menerbitkan surat edaran kepada seluruh kader PKK di Jawa Tengah untuk mengajak ibu hamil mendaftar SMSbunda,” katanya. 
Project Director SMSbunda, Sushanty mengatakan SMSbunda di Brebes sudah dikenalkan sejak 2014. Dia menyebutkan dari sebanyak 30.000 ibu hamil, 890 orang diantaranya sudah berlangganan SMSbunda. “Brebes bisa memanfaatkan program SMSbunda ini. Layanan ini juga akan berakhir sebagaimana EMAS. Kecuali akan dilanjutkan oleh pemerintah daerah setempat,” katanya.

Provincial Team Leader EMAS dr Hartanto Hardjono merasa sedih program EMAS di Brebes sudah purna. Menurut dia Brebes memerlukan perhatian serius dari Bupati, Kepala Dinas Keseatan dan Direktur Rumah Sakit untuk terus menekan kasus kematian ibu dan bayi dari hulu ke hilir.

Terkait hal itu, Bupati Brebes Idza berjanji akan mensinergikan kembali program-program yang telah dijalankan oleh EMAS dengan APBD. “Kami akan kerjasama kembali dengan EMAS. Keberhasilan forum masyarakat madani (FMM) akan kami dorong untuk dilanjutkan melibatkan Dinas kesehatan maupun stake holder lainnya,” tegasnya.(AS)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel