Pusat penjualan batu akik klawing di Purbalingga

Waroeng Watu Bobotsari Purbalingga
DIREKTORIJATENG.COM, PURBALINGGA- Untuk saat ini, pusat penjualan batu akik Klawing Purbalingga berada di sentra-sentra kerajinan batu akik. Ada tiga sentra kerajinan sekaligus tempat pemasaran batu akik di Purbalingga, yaitu di Kecamatan Bobotsari, Bukateja dan Desa Bancar Kecamatan Purbalingga.

Di Bobotsari, penjual maupun pengrajin batu akik tergabung dalam Paguyuban Pasar Batu Klawing Ciblon. Mereka memajang beragam batu akik dan liontin di Waroeng Watu yang berada di depan objek wisata Pancuran Ciblon Bobotsari, Purbalingga.

Ada delapan kios yang buka. Jenis batu akik yang dutawarkan cukup beragam. Wahadi (56) pemilik kios Cahaya Gemstone, mengatakan,  mayoritas yabg dijual merupakan batu Klawing. Ada satu dua yang memang didatangkan dari luar daerah.

"Yang diandalkan nagasui dan panca warna," katanya, Selasa (9/6).

Lokasi Waroeng Watu Klawing cukup strategis. Kiosnya berada di sebelah terminal Bobotsari. Jaraknya sekitar 11 km dari Alun-alun Purbalingga. Pembaca bisa mengaksesnya melalui Jalan Raya Bojongsari dengan perjalanan sekitar 20 menit.

Soal harga, kata Wahadi, di Bobotsari lebih baik daripada di Kecamatan Purbalingga. Dia menyebutkan, untuk harga liontin motif gambar berada di kisaran Rp 5 Juta hingga puluhan juta. Hal itu berdasarkan keindahan motif. Sementara untuk harga batu akik terendah Rp 250 ribu. "Batu tak ada patokannya, patokannya adalah kesenangan," ujarnya.

Selain di Waroeng Watu, ada juga pusat penjualan batu akik di Kecamatan Bukateja. Tepatnya di kios Raja Klawing milik Bayu (45) di Desa Kembangan RT 4/6 Kecamatan Bukateja Purbalingga.

Di kios tersebut, pembaca tak hanya bisa melihat koleksi batu akik Klawing maupun liontin. Tetapi juga bisa menyaksikan secara langsung proses pembuatannya di belakang kios.

Ada beberapa jenis batu Klawing yang ditawarkan, yaitu motif telor kodok, panca warna, nagasui, badar lumut dan lainnya. Aneka batu Klawing itu dikemas dalam berbagai hiasan, seperti gelang, liontin, ukiran, jasper dan batu akik sendiri yang jadi andalan.

"Kisaran harga relatif. Dari Rp 25 ribu sampai jutaan rupiah per cincin. Batu ini soal kesenangan. Semakin bagus akan tinggi nilainya," katanya.

Dia menyebutkan nagasui bergambar nilainya bisa mencapai Rp 50 juta. Namun secara umum harga cincin batu akik di kios Raja Klawing berada di kisaran Rp 200 ribu ke atas.

Kios Raja Klawing Bukateja bisa diakses melalui Jalan Raya Purbalingga-Banjarnegara. Jaraknya 13 Km dari Alun-alun Purbalingga atau 23 menit perjalanan.

Adapun pusat penjualan batu akik lainnya yaitu di kompleks Bancar Badhok Center (BBC) Purbalingga. Ada puluhan kios yang buka di sekitar Jalan Letnan Khusni. Giyono (37) pemilik kios MSG Klawing mengatakan, sama dengan Bukateja dan Bobotsari, kios-kios di Bancar juga menawarkan aneka batu Klawing.

"Rata-rata harga di sini Rp 150 ribu untuk semua jenis. Kebanyakan yang adatang di sini mencari gambar dan motif," katanya.

Berikut ini tips membeli batu akik ala Raja Klawing Purbalingga

1) Sebelum membeli, tanyakan dulu kepada penjual, apakah batu akik yang dimaksud jenis batu masakan atau natural. Batu akik yang natural mengandung mineral. Sementara batu akik yang masakan amineral. Istilahnya batu kaca glasstone. Ada juga setengah mineral. Batunya asli tapi warnanya tidak.

2) Perlu diketahui, batu masakan atau yang diwarnai terlihat seperti batu beling. Beda dengan batu asli.

3) Motif batu bagus itu relatif. Ada batu yang bagus menurut seseorang tapi belum tentu bagi orang lain. (AS)



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel