Para peramu jamu dari Kampung Sumbersari Semarang

DIREKTORIJATENG.COM- Nama Kampung Jamu di Kota Semarang yang naik daun belakangan ini tak lepas dari peran para peramu. Merekalah yang membuat kampung Sumbersari, Desa Wonolopo, Kecamatan Mijen itu tetap berdaya. Seperti apa perjuangan mereka? Berikut kisahnya.
peramu jamu dari Kampung Sumberari Semarang.
Kholidi (kanan) peramu jamu dari Kampung Sumberari Semarang. (NET)

Hari masih petang, sekitar pukul 02.00 dinihari. Kholidi bersama anggota keluarganya masih tejaga. Mereka tampak sibuk dengan aneka macam tanaman herbal. Belasan kilo tanaman herbal itu diracik untuk dijadikan minuman jamu tradisional.

Pagi menjelang, jamu hasil racikan siap diedarkan. Kholidi pun mengendarai sepeda motornya menuju Pasar Simongan untuk menemui pecinta jamu tradisional yang sudah menantinya.

Kholidi adalah satu diantara peramu jamu dari kampung Sumbersari yang konsisten memproduksi jamu tradisional. Sudah bertahun-tahun berlangsung. Tak ingin jamu tradisional dicap tertinggal, dia bersama puluhan warga Sumbersari terus berupaya meningkatkan daya jual.

Kholidi percaya, jamu adalah minuman dahsyat penuh khasiat. Baginya jamu adalah kehidupan. Untuk itu jamu dipertahankan.

Di Kampung Sumbersari, ada sekitar 43 orang yang juga berprofesi sebagai peramu jamu. Untuk itulah kampung ini dikenal sebagai kampung jamu. Mereka mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah dari produksi jamu. Meski memiliki ladang yang sama, para peramu ini tidak terjebak dalam persaingan. Mereka justru berkolaboras dan saling belajar satu sama lain.

Baca juga: Berkunjung ke Kampung Jamu Sumbersari Semarang

Mereka juga rutin menggelar pertemuan untuk berbagi ilmu seputar meracik jamu. Kholidi tak pernah ketinggalan mengikuti pertemuan itu. Pada sebuah kesempatan, dia memberikan motivasi kepada warga Sumbersari agar selalu siap meningkatkan kualitas jamu.

"Jangan sampai jamu kita mandeg. Harus ada peningkatan. Kalau dulu digendong, sekarang ada sepeda motor. Kalau dulu disedu langsung dari botol, sekarang bisa dikembangkan dengan kemasan," katanya suatu hari.

Kampung jamu telah memberikan banyak kesuksesan bagi warganya. Dengan usaha jamu, ada warga yang bisa membeli rumah, dan bahkan naik haji. Dengan bekal ilmu dan pengalaman, warga Sumbersari tak kesulitan menjalankan usaha itu. Terlebih, usaha jamu itu disertai doa untuk membuat para pelanggannya tetap sehat.

Lambat laun, kampung jamu bahkan sudah mulai mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan. Diantaranya Pemerintah Kota Semarang yang baru-baru ini mngukuhkan Kampung Sumberari sebagai kampung tematik jamu di Kota Semarang. Pemkot bahkan membangun gapura da memperbaiki saluran air untuk mendukung warga. (AS)

1 Response to "Para peramu jamu dari Kampung Sumbersari Semarang"